Cara Alami Mengatasi Keputihan

99 Shares

Keputihan merupakan masalah yang paling sering dialami wanita dan ibu hamil. Perubahan hormon yang akan mengakibatkan keputihan. Untuk itu kamu wajib mengetahui beberapa cara alami mengatasi keputihan dengan bahan-bahan alam.

Seseorang yang sedang hamil biasanya akan mengalami beberapa kendala seperti susah bergerak, napsu makan yang tidak menentu, dan keputihan saat kehamilan.

Organ intim adalah salah satu bagian tubuh yang sangat sensitif karena hormon. Hal ini menyebabkan jamur penyebab keputihan sangat suka di area ini. Karena memiliki kadar estrogen yang sangat tinggi, glikogen yang dihasilkan juga semakin besar pada ibu hamil.

Hal inilah yang memicu terjadinya keputihan pada ibu hamil. Penyebab keputihan pada ibu hamil akibat jamur bisa disembuhkan dengan cepat dibandingkan penyebab lain.

Cara Alami Mengatasi Keputihan

Keputihan merupakan salah satu masalah umum yang terjadi pada kalangan wanita. Masalah ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Sering kali beberapa wanita akan merasa tidak percaya diri dengan kondisi ini.

Oleh karena itu, kamu perlu mencari cara untuk mengatasi keputihan. Beberapa obat berikut bisa kamu gunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi saat ini.

1. Yogurt

Manfaat yogurt untuk membersihkan wajah secara alami

Yogurt mengandung bakteri hidup yaitu acidophilus yang akan membuat bakteri sehat dalam organ intim tumbuh dengan baik. Yogurt bisa dijadikan makanan yang akan membantu ibu hamil sebagai cara alami mengatasi keputihan.

Bakteri yang baik akan melawan jamur atau beberapa bakteri lain yang menyebabkan masalah keputihan.

Walaupun yogurt dimakan secara langsung, namun ini obat yang sangat efektif. Konsumsilah setidaknya satu sampai dua botol yogurt organik tanpa pemanis buatan agar efeknya lebih terasa.

2. Bawang Putih

Mengatasi keputihan dengan bawang putih

Bawang putih mengandung senyawa alami yang akan membuat jamur pergi. Aroma sulfur yang sangat kuat bisa membuat jamur atau bakteri mati.

Cara menggunakannya adalah kamu hanya butuh bawang putih yang sudah dihancurkan, kemudian campur dengan air dingin. Setelah itu, biarkan mengendap dan saring. Gunakan airnya untuk membersihkan organ intim.

Lakukan dua kali sehari untuk hasil yang lebih cepat.

3. Cuka Sari Apel

Manfaat cuka apel untuk kulit wajah

Zat yang terkandung dalam cuka sari apel adalah antioksidan dan zat asam. Cuka sari apel membuat bagian intim menjadi lebih bersih, sehingga tidak akan memancing pertumbuhan jamur atau bakteri.

Kamu bisa mencoba dengan cara memasukkan cuka sari apel ke dalam air yang akan digunakan untuk mandi. Lalu, bersihkan bagian organ intim menggunakan air ini supaya terlihat bersih dan hidup lebih sehat.

4. Buah Cermai dan Madu

Manfaat buah cermai untuk keputihan

Buah cermai merupakan buah kecil berwarna hijau kekuningan yang memiliki rasa asam. Buah ini dijadikan manisan dengan ditambah gula, sehingga rasanya menjadi manis.

Di sisi lain, buah ini ternyata juga sering digunakan sebagai salah satu cara alami mengatasi keputihan untuk wanita dan ibu hamil.

Hancurkan buah cermai segar menjadi sangat lembut, kemudian tambahkan madu hingga menjadi pasta. Makanlah saat perut masih kosong di pagi hari. Cara ini sangat bermanfaat meskipun ibu hamil akan merasa mual.

5. Ekstrak Biji Fenugreek

Manfaat ekstrak biji Fenugreek

Ekstrak biji fenugreek bermanfaat untuk mengatasi keputihan.

Banyak bakteri dan jamur mudah tumbuh di area organ intim. Ekstrak biji fenugreek bisa membantu area organ intim menjadi lebih bersih karena membuat pH yang lebih seimbang.

Kamu bisa mencoba rendam biji fenugreek selama 24 jam, kemudian disaring. Lebih baik gunakan airnya untuk membersihkan organ intim supaya menyembuh keputihan.

6. Buah Ara

Mengobati keputihan dengan buah Ara

Buah ara merupakan buah yang sangat baik untuk menghentikan pertumbuhan jamur. Buah ara juga digunakan untuk mencegah sembelit. Kandungan nutrisi buah ara bahkan bisa menghilangkan racun berbahaya dalam tubuh ibu hamil.

Campurkan buah ara yang sudah kering dengan segelas air dan biarkan selama 24 jam, kemudian minum airnya pada pagi hari. Buah ara adalah jenis makanan ibu hamil 7 bulan yang wajib di konsumsi.

7. Buah Pisang

Manfaat pisang untuk kesehatan

Pisang merupakan salah satu buah yang mudah didapatkan. Selain rasanya manis, pisang juga memiliki banyak manfaat.

Manfaat buah pisang akan membantu sistem pencernaan menjadi lebih baik, karena buah pisang mendorong semua racun untuk keluar dari tubuh. Kandungan kalori rendah dalam pisang sangat baik untuk mengelola berat badan ibu hamil.

Supaya kamu bisa mendapatkan manfaat ini, maka kamu cukup makan pisang secara rutin.

8. Okra

Okra merupakan jenis sayuran berlendir yang bisa memberikan manfaat yang sangat baik untuk ibu hamil. Okra bisa dimanfaatkan untuk mencegah perkembangan bakteri atau jamur dalam tubuh ibu hamil, seperti keputihan.

Kandungan lendir alami dalam okra bisa mengatasi keputihan dan membuatnya cepat sembuh. Cara memanfaatkan okra adalah dengan cara merendam beberapa potong okra dengan air dingin.

Okra yang direndam dengan air dingin bisa dimanfaatkan untuk membersihkan organ intim. Beberapa orang ibu hamil merasa takut untuk menjalani perawatan. Kamu bisa mencoba makan okra secara teratur.

Penyakit anemia juga bisa diobati dengan okra, karena mengandung mineral yang lengkap. Okra bisa dijadikan makanan yang mengandung asid folik dan makanan untuk mencegah bayi cacat.

9. Jus Cranberry

Manfat buah Cranberry untuk kewanitaan

Jus buah cranberry biasa digunakan sebagai obat herbal untuk berbagai penyakit, karena kandungan antibiotik yang bisa membantu membunuh jamur tanpa menyebabkan efek samping apapun.

Selain itu, jus ini membantu untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil sehingga semakin sehat. Supaya masalah keputihanmu sembuh, kamu harus mencoba minum jus cranberry satu gelas per hari.

10. Air Daun Neem

Kegunaan sari daun neem untuk keputihan

Neem adalah daun herbal yang berasal dari India dan terkenal sebagai obat berbagai penyakit. Air daun neem memiliki khasiat sebagai bahan pembersih atau pencuci dengan cara kerja seperti bahan antiseptik.

Saat ini daun neem mungkin sulit untuk ditemukan. Maka sebagai alternatif, kamu bisa mencoba untuk mendapatkan ekstrak daun neem yang sudah dikeringkan.

Beberapa cara bisa kamu lakukan dengan merendam daun neem selama 24 jam. Gunakan air rendaman daun neem untuk membersihkan organ intim secara langsung.

Fungsi dari basuhan air ini adalah untuk mengatasi gatal dan tidak nyaman akibat keputihan. Rasa gatal dan perasaan tidak nyaman tentunya akan mempengaruhi tingkat kepercayaan diri kamu.

Oleh karena itu, cobalah cara ini dirumahmu.

11. Kunyit

Manfaat kunyit untuk kesehatan

Bahan alami terakhir yang sering dipakai sebagai cara alami mengatasi keputihan adalah tanaman herbal kunyit.

Kunyit merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang biasa digunakan untuk pewarna makanan. Selain bermanfaat untuk merapatkan organ kewanitaan, kunyit juga bisa digunakan untuk mengatasi keputihan akibat jamur dengan cepat.

Manfaat kunyit lainnya antara lain untuk membasmi jamur, melawan peradangan dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Ternyata kunyit memiliki banyak manfaat bagi kesehatan ya.

Pada saat haid melanda, beberapa wanita mengeluhkan nyeri pada perut. Hal ini dikarenakan perubahan hormon pada wanita yang sedang haid. Perlu diketahui bahwa nyeri haid bisa dikurangi dengan minum air kunyit.

Cara membuatnya adalah rebus kunyit dengan segelas air, kemudian minum airnya saat masih hangat. Sebaiknya ibu hamil tidak banyak minum obat alami karena bisa mengganggu kesehatan janin seperti bahaya kunyit bagi ibu hamil.

Penutup

Dengan banyaknya rekomendasi bahan-bahan diatas sebagai cara alami mengatasi keputihan, tentunya kamu tetap perlu memilah untuk menggunakan metode yang sekiranya terbaik menurutmu.

Selain itu, jika kamu sedang dalam kondisi hamil, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi bahan-bahan yang disebutkan diatas guna mengatasi keputihan.

Selamat mencoba.

99 Shares

Yakin Ngga Mau Nanya ?